Bahaya Mi Instan
oleh
Gabriella Bernadine
oleh
Gabriella Bernadine
Para ahli
menyimpulkan, untuk orang yang sehat dengan semua fungsi organ yang bekerja
dengan baik, mengonsumsi makanan kemasan, termasuk mi instan, dalam frekuensi
rendah atau dua minggu sekali. Sesekali makan mi instan tidak akan
merugikan, tetapi ketika anda kebablasan akan jadi masalah di kemudian hari.
Pada tahun 2008, terbukti
seorang anak kecil yang terpaksa harus di operasi karena terlalu sering makan
mi instan. Ususnya mengalami pembusukan. Saat operasi pertama selesai, 3hari
setelahnya, ternyata masih ada bagian usus yang bocor dan terpaksa harus di operasi untuk kedua kalinya. Ibunya pun tidak berani memberikan anaknya mi
instan lagi.
Mungkin, ada beberapa
cara agar mi instan tidak terlalu bahaya jika dikonsumsi. Sebaiknya, kuah mi
instan yang ingin digunakan adalah air rebusan kedua. Dan air yang direbus
bersamaan dengan mi nya tidak boleh sedikit pun digunakan. Tambahkan sayuran
segar agar terdapat nutrisi sehingga bergizi seimbang.
Jadi, mi instan memiliki
2 sisi. Sisi baik dan sisi buruk. Sisi baiknya hanya praktis bila anda sedang
lapar. Dan sisi buruknya adalah bahaya bagi kesehatan, dan jika termasuk
penggemar mi instan, mulai dari sekarang harus mencoba porsi wajar atau mencoba
membiasakan diri untuk tidak makan mi terus menerus.
