Sabtu, 15 Oktober 2016

Teks Eksposisi


Bahaya Mi Instan
oleh
Gabriella Bernadine
                
sumber: smansax1-edu.com

Pada saat ini, mi instan sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat Indonesia. Mi berasal dari negara Cina, yang menurut masyarakat Cina mi adalah makanan pokok selain nasi, karena terbuat dari tepung yang merupakan karbohidrat. Indonesia adalah negara kedua setelah Cina yang mengonsumsi mi instan terbanyak. Alasan mengapa masyarakat Indonesia banyak mengonsumsi mi instan karena harganya yang terjangkau, pembuatannya praktis, rasanya yang lezat, dan membuat perut kenyang. Tetapi disisi lain, mi instan memiliki bahan yang kurang baik untuk kesehatan manusia.
Pada tahun 2013, WINA mencatat, global demand Indonesia ada 14.900 unit mi instan. Indonesia mengalahkan Jepang, padahal mi sangat dikenal di Jepang dan menjadi salah satu makanan utama warga Jepang.
Mi instan terbuat dari tepung terigu, minyak nabati, tepung tapioca, garam, penstabil, antioksidan, dan pewarna tartrazin. Bahan umum bubuk penyedap adalah garam, MSG, bumbu, dan  gula. Mi instan mengandung lilin. Dan bahan lilin adalah bahan yang berbahaya. Lilin yang membuat proses pencernaan manusia terganggu. Menurut penelitian mi instan bisa dicerna bila  sudah 4 hari di dalam lambung.
Para ahli menyimpulkan, untuk orang yang sehat dengan semua fungsi organ yang bekerja dengan baik, mengonsumsi makanan kemasan, termasuk mi instan, dalam frekuensi rendah atau dua minggu sekali. Sesekali makan mi instan tidak akan merugikan, tetapi ketika anda kebablasan akan jadi masalah di kemudian hari.
Pada tahun 2008, terbukti seorang anak kecil yang terpaksa harus di operasi karena terlalu sering makan mi instan. Ususnya mengalami pembusukan. Saat operasi pertama selesai, 3hari setelahnya, ternyata masih ada bagian usus yang bocor dan terpaksa harus di operasi untuk kedua kalinya. Ibunya pun tidak berani memberikan anaknya mi instan lagi.
Mungkin, ada beberapa cara agar mi instan tidak terlalu bahaya jika dikonsumsi. Sebaiknya, kuah mi instan yang ingin digunakan adalah air rebusan kedua. Dan air yang direbus bersamaan dengan mi nya tidak boleh sedikit pun digunakan. Tambahkan sayuran segar agar terdapat nutrisi sehingga bergizi seimbang.
Jadi, mi instan memiliki 2 sisi. Sisi baik dan sisi buruk. Sisi baiknya hanya praktis bila anda sedang lapar. Dan sisi buruknya adalah bahaya bagi kesehatan, dan jika termasuk penggemar mi instan, mulai dari sekarang harus mencoba porsi wajar atau mencoba membiasakan diri untuk tidak makan mi terus menerus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar